SATUNYA ILMU, OBJEK ILMU, DAN ILMUWAN
SATUNYA ILMU, OBJEK ILMU, DAN ILMUWAN
Oleh Andri Herdiyanto
~ ~ ~
Dalam epistemologinya, Mulla Sadra membingkai pengalaman sufistik dengan justifikasi filosofis. Sehingga pengalaman batin bisa diakses, dibahas dan dipahami oleh siapapun melalui pendekatan filsafat. Pengalaman subjektif menemukan objektivitasnya. Meskipun istilah subjek dan objek yang dipahami secara dikotomis-dualistis dalam pahaman Cartesian menjadi lebur tak lagi terbedakan.
Jiwa melakukan aktivitas persepsi secara aktif. Bukan sekedar fakultas-fakultas jiwa yang mengantarkan bentuk-bentuk pengetahuan kepada jiwa, melainkan jiwa itu sendiri yang aktif dan menjadi fakultas itu sendiri. Dalam persepsi indera misalnya, bukan sekedar fakultas pengelihatan melaporkan bentuk-bentuk visual kepada jiwa, melainkan jiwa secara aktif "turun tangan" menjadi fakultas penglihatan dan secara aktif pula "menjadi" objek-objek penglihatan yang diketahuinya.
Sehingga bukan sekedar seperti cermin yang secara pasif dan reseptif menerima pantulan cahaya dari realitas, melainkan jiwa itu sendiri yang menjadi cahaya dan membentuk dirinya menjadi objek-objek ilmu yang diketahuinya. Hal ini berlaku juga pada persepsi imajinasi maupun persepsi akal. Yakni jiwa turun tangan menjadi fakultas imajinasi dan menjadi bentuk-bentuk imajinal dan juga menjadi fakultas akal yang akhirnya menjadi bentuk-bentuk akal yang diketahuinya.
Jadi, singkatnya, mengetahui adalah menjadi. Karena antara ilmu, objek ilmu, dan ilmuwan adalah satu wujud dan realitas yang sama.
~ ~ ~
2018
Referensi:
-
Mulla Sadra. The Transcendent Philosophy of the Four Journeys of the Intellect (al-Asfar al-Arba‘a).
- Buku utama yang menjelaskan konsep epistemologi dan metafisika Mulla Sadra, termasuk teori tentang kesatuan antara subjek, objek, dan ilmu.
-
Ibrahim Kalin. Knowledge in Later Islamic Philosophy: Mulla Sadra on Existence, Intellect, and Intuition. Oxford University Press, 2010.
- Menyajikan analisis mendalam tentang konsep pengetahuan dalam filsafat Mulla Sadra, termasuk peran jiwa dalam persepsi dan intelek.
-
Seyyed Hossein Nasr dan Mehdi Aminrazavi (Eds.). An Anthology of Philosophy in Persia, Vol. 4: From the School of Illumination to Philosophical Mysticism. I.B. Tauris, 2012.
- Buku ini mencakup pemikiran Mulla Sadra dalam konteks filsafat Islam dan mistisisme.
-
Seyyed Hossein Nasr. Sadr al-Din Shirazi and His Transcendent Theosophy: Background, Life, and Works. Institute of Islamic Studies, 1978.
- Menjelaskan konteks historis dan intelektual Mulla Sadra, termasuk pemikirannya tentang epistemologi dan metafisika.
-
William C. Chittick. The Sufi Path of Knowledge: Ibn Arabi’s Metaphysics of Imagination. SUNY Press, 1989.
- Meskipun fokusnya pada Ibn Arabi, buku ini berguna untuk memahami hubungan antara pengalaman mistik dan epistemologi dalam tradisi filsafat Islam.
-
Henry Corbin. The Voyage and the Messenger: Iran and Philosophy. North Atlantic Books, 1998.
- Mengulas filsafat Islam Persia, termasuk pemikiran Mulla Sadra tentang kesatuan antara subjek dan objek dalam pengetahuan.

Komentar
Posting Komentar